Pengertian Relasi
Relasi (Relationship) adalah hubungan logis antara dua atau lebih entitas di dalam sistem basis data. Relasi menggambarkan bagaimana satu entitas berkaitan atau berinteraksi dengan entitas lainnya.
Contoh:
- Mahasiswa mengambil MataKuliah
- Dosen mengajar MataKuliah
- Pelanggan melakukan Pemesanan
Jadi, relasi adalah penghubung antar entitas, sedangkan atribut menjelaskan karakteristik dari masing-masing entitas.
Komponen Relasi
1. Nama relasi
- Biasanya berupa kata kerja karena menjelaskan tindakan atau hubungan.
- Contoh: mengambil, memesan, mengajar, membeli, membayar.
2. Entitas yang terlibat
- Minimal dua entitas (mis. Mahasiswa dan MataKuliah).
3. Atribut relasi (optional)
- Kadang relasi juga punya atribut sendiri.
- Contoh: relasi mengambil punya atribut Nilai, Tanggal_Pendaftaran.
4. Derajat relasi (degree)
- Menunjukkan jumlah entitas yang terlibat dalam relasi:
- Binary (2 entitas) → paling umum (mis. Mahasiswa–MataKuliah)
- Unary (1 entitas / recursive) → relasi ke diri sendiri (mis. Karyawan–atasan)
- Ternary (3 entitas) → melibatkan tiga entitas (mis. Dokter–Pasien–Obat)
Jenis-jenis Relasi Berdasarkan Sifat Partisipasi
- Total participation (wajib)
- Semua instance entitas ikut dalam relasi.
- Contoh: setiap KTP pasti dimiliki oleh seorang Warga.
- Semua instance entitas ikut dalam relasi.
- Contoh: setiap KTP pasti dimiliki oleh seorang Warga.
- Partial participation (opsional)
- Tidak semua instance ikut dalam relasi.
- Contoh: tidak semua Dosen harus mengajar (ada yang sedang cuti).
Prinsip desain relasi yang baik
- Gunakan kata kerja aktif sebagai nama relasi. Misal: “mengambil”, “mengajar”, “membeli”, bukan “data_pengambilan”.
- Jika relasi memiliki atribut tambahan, ubah menjadi entitas asosiasi.
- Pastikan kardinalitas dan partisipasi dijelaskan dengan jelas, karena itu mempengaruhi desain tabel.
- Hindari relasi yang ambigu — pastikan arah dan maknanya jelas dari domain masalah.
- Dokumentasikan relasi di kamus data (data dictionary).
- Tidak semua instance ikut dalam relasi.
- Contoh: tidak semua Dosen harus mengajar (ada yang sedang cuti).
Prinsip desain relasi yang baik
- Gunakan kata kerja aktif sebagai nama relasi. Misal: “mengambil”, “mengajar”, “membeli”, bukan “data_pengambilan”.
- Jika relasi memiliki atribut tambahan, ubah menjadi entitas asosiasi.
- Pastikan kardinalitas dan partisipasi dijelaskan dengan jelas, karena itu mempengaruhi desain tabel.
- Hindari relasi yang ambigu — pastikan arah dan maknanya jelas dari domain masalah.
- Dokumentasikan relasi di kamus data (data dictionary).
Komentar
Posting Komentar